08 August 2011

Wonderful inside out!

Berikut adalah tulisan amat sangat random yang berasal dari pikiran yang amat sangat random pula. Jadi maaf ya kalau terlalu random. Too much random.


Dimulai dari crimes in fashion...
Gue adalah salah satu orang yang percaya bahwa fashion itu subyektif. Kita bisa aja lihat baju-baju bagus di Fashion TV, yang harganya naudzubile bisa bikin kita jual laptop dulu sebelum beli. Tapi kalau baju itu dipakai sama orang 'yang salah', bisa jadi harganya jadi turun. Maksudnya, kamu bisa aja beli baju dengan harga selangit, tapi kalau tampang tidak sepadan, jangan harap harga yang selangit itu akan 'terlihat' ketika dipakai. BENER GAK? *nggak santai* (Mau nyebut merk kok nggak enak ya. Sudahlah, saya anggap kalian mengerti. Pasti banyak contoh di sekitar kalian, kan? ;D)

Coba lihat foto di bawah ini. Demi Tuhan, gue pernah lihat kemeja dengan motif yang sama di Pasar Beringharjo. Gue suka plaid shirts, tapi bagi gue baju ini biasa-biasa aja. Ada yang dijual (dengan harga amat sangat miring tentunya), ada juga yang dipakai beberapa anak muda seliweran (lebih unfortunate lagi, anak muda tersebut masuk kategori 'alayatun'). TAPI, begitu lihat foto ini di internet... KOK BAJUNYA JADI KELIATAN BAGUS YAH? *tambah nggak santai*

Choi Siwon (Super Junior), Im Yoona (Girls Generation), and Cho Kyuhyun (Super Junior). The far right one is my future husband. Oh of course he isn't!

Oh, tentu saja. Secara yang memakai baju itu adalah (mungkin) tiga orang paling good looking di Korea. Tanpa efek photoshop-pun, kalau mereka yang seliweran di pasar itu, pasti bajunya tetep keliatan bagus. Mungkin kita bakal bilang itu baju keluaran Centro. Sedangkan, kalau gue yang pakai, tentu saja anggapan orang akan berbeda. "Ah paling beli di Beringharjo" -- atau yang paling melas, "Ah paling beli di awul-awul". KASIAN BANGET YA GUE? *beneran nggak santai*

Ada lagi kasus yang miris. Salah seorang teman ibu gue pernah beli sesuatu dengan harga yang amat sangat tinggi. Baju itu pernah terpampang di majalah, dipakai oleh seorang model luar biasa cantik, dan foto itu pun berkata, "Baju ini mahal, loh." Tapi, begitu dipakai sama si teman ibu gue itu, gue hampir gak percaya kalau itu baju yang sama. Ada beberapa faktor seperti; a) baju itu tidak dipakai pada tempatnya, b) rambut dan rias wajah yang kurang sehingga tidak bisa mengimbangi baju tersebut, dan c) orangnya sombong mampus sampai memamerkan nilai nominal baju itu. GINI DEH KALO ADA ORANG SOK MODIS! *asli nggak santai*


Eh, kok nyambung ke inner beauty...
Karena baju adalah lapisan terluar dari penampilan kita sehari-hari (kecuali kalau lo orang gila yang kemana-mana langsung kelihatan kulitnya), gue menganggap yang sebaiknya dibenahi terlebih dahulu adalah lapisan sebelumnya. Fisik kita sendiri. Lo mau pakai baju Marc Jacobs kalau misalnya kulit kusam, rambut ketombean, ada lingkaran hitam di mata, ya tetep aja bakal terlihat 'Mak Jakob'. Merapihkan tatanan rambut, atau bahkan menambahkan sedikit make up di wajah juga sah-sah aja. Biar badan nggak keliatan loyo, olahraga juga perlu. Jalan kaki ke warung terdekat (atau kampus juga boleh) adalah olahaga paling simpel yang bisa kita lakukan. Jogging pagi di Sunday Morning UGM juga asik (sekalian cari 'cuci mata' juga dong!). Ditambah lagi makan makanan yang sehat, minum vitamin, tidur yang cukup (jangan kebanyakan begadang -- ntar punya mata panda!), dan air putih yang banyak (jangan sampai jadi gelonggongan, ya!). Gak cuma untuk kepuasan diri, orang lain juga pasti akan senang melihat kita tampak ganteng dan cantik. ENAK THO?! *nggak santai ala (alm.) Mbah Surip*

Tapi, jangan lupa kalau setelah lapisan kedua yang merupakan fisik kita, masih ada lapisan terdalam, inner side (atau apa ya, istilahnya, nggak tau deh gue, intinya bagian terdalam dari kita deh, hahaha). Ya, bisa dibilang ini mencakup otak dan hati. Lo udah punya semuanya; baju bagus dan fisik oke, tapi begitu diajak ngobrol, eh nggak nyambung. Atau begitu ngomong sesuatu, eh sombongnya minta ampun. Langsung deh, gak cuma nilai penampilan lo yang jatuh, harga diri lo pun juga. Jangan salah, fashionista dan sosialita yang biasa kita lihat di majalah-majalah itu, rata-rata highly educated. Nggak hanya dalam pendidikan formal, yang non-formal pun mereka nilainya A. Ada yang dapat beasiswa di universitas terkenal, akhirnya bisa buka usaha sendiri dan sukses. Dan walau sudah kaya raya, bukan berarti mereka melupakan yang di bawah. Beberapa bahkan mendirikan foundation khusus untuk orang-orang yang kurang beruntung itu. Banyak memberi bukan berarti kita semakin kekurangan, buktinya rejeki malah mengalir lebih lancar. MANTEP THO?! *masih nggak santai ala (alm.) Mbah Surip*


Berikut beberapa contoh konkret dan kesimpulan...
Kayaknya asik kalau kita mulai menyusun prioritas mana yang harus 'didandani' lebih dalam. Semuanya bisa dijalankan secara bersamaan, namun jangan sampai lupa prioritas. Misalnya, mentang-mentang kita udah bisa cari uang sendiri, lalu kita terus-terusan menghabiskan uang hanya untuk membuat kita terlihat 'wah', tapi lupa infaq. Gak funky banget kan? Walaupun kebanyakan orang lain memberikan penilaian berdasarkan penampilan luar, tapi percaya deh, untuk benar-benar disayang orang, mereka lebih melihat apakah kita ini orang baik atau bukan. SIAPA JUGA YANG MAU SAYANG SAMA ORANG JAHAT?!

Kalau kalian melihat lagi foto tiga artis Korea yang gue pajang di atas, nih gue kasih contoh. Mas yang paling kiri, Choi Siwon, merupakan anggota paling ganteng dan paling disukai di boyband Super Junior, berdasarkan kebanyakan survei yang dilakukan media lokal Korea dan personil Super Junior sendiri. Kenapa begitu? Lihat deh, appearance-nya. Muke emang ganteng abis, badan tinggi plus six-packs, senyum manis lengkap dengan lesung pipitnya. Tentu saja wajahnya segar, dia paling suka makan-makanan sehat seperti kimchi. Badan yang oke? Well, dia rajin banget ke gym di pagi hari, bahkan meraih sabuk hitam tae kwon do. Kenapa dia yang jadi pusat perhatian? Dia salah satu anggota yang paling terlihat percaya diri dan nyaman berbicara di depan publik, bahkan dia bisa berbahasa Inggris dan Cina. Kok bisa paling disayang? Dia dikenal paling 'nggak pilih-pilih' sama temannya. He can be friends with anyone. Selain itu, dia selalu ramah dengan fans-nya, karena dia sadar tanpa mereka dia gak akan jadi apa-apa. Yang lebih hebat lagi, banyak yang bilang dia adalah anggota yang paling religius. Konon, dia nggak pernah lupa berdoa dan bersyukur, bahkan selalu menyempatkan diri baca Kitab Suci sebelum tidur. ALAMAK, SUBHANALLAH!*

Gue tidak mengajak kalian untuk ngefans sama Siwon, toh anggota favorit gue sebenarnya si mas yang paling kanan, Kyuhyun (ini kenapa malah fangirling sih?!). Kalian tidak harus mendengarkan dan menonton video klip Super Junior yang koreografinya keren itu. Dan gue juga tidak bilang kalau kalian menjalankan tips-tips cheesy dari gue ini, lalu kalian akan menjelma menjadi Siwon. Gue yakin, kalau pun dia nggak secakep itu, dia bakal tetap disukai banyak orang, kok. Siapa sih yang nggak suka sama orang baik? Sebaliknya, kalau dia cuma bertampang oke tapi sombong, bego, dan nggak ber-akhlak, gue yakin dia bakal dilemparin tomat busuk pas konser. ORA KEPENAK, THO?!

Ingat nggak, kasus salah satu anggota K*ng*n Band yang dipenjara karena menyimpan (atau menanam) narkoba dan ditinggalkan istri karena selingkuh? Kalian pasti tau ya, bagaimana appearance personil tersebut. Dengan appearance seperti itu, ditambah dengan kasus ini, anak itu seperti 'sudah jatuh tertimpa tangga'. Coba kalau dia itu bersedia mengeluarkan uang lebih untuk berdandan, pasti tidak perlu memanjangkan poni untuk menutupi wajah. Coba kalau dia itu bersedia meluangkan waktu untuk belajar, yah minimal public speaking dan memperdalam musikalitas, pasti orang-orang tidak akan menghina dia semata karena background yang kurang beruntung dan selera musik yang kacrut. Kalau dia teguh imannya, pasti tidak akan melirik wanita lain yang berakibat diceraikan istri tercinta, yang mungkin sangat menerima dia apa adanya jauh sebelum popularitas ini. Bahkan gue yakin dia tidak akan bisa dibodoh-bodohi manajemen atau media yang lebih mengekspos ke-kurangberuntung-an dan ke-kacrutan-nya untuk meraih uang melalui popularitas. Siwon pernah bilang di sebuah wawancara, kalau dia berlatih dance dari jam 3 sore sampai jam 8 malam, dilanjut dengan latihan vokal sampai larut, demi performance yang beyond expectation. ORANG MALAS TIDAK DISAYANG TUHAN, SODARA-SODARA!

Mungkin kalian berpikir, "Jauh amat kalau membandingkan Siwon sama si personil K*ng*n Band itu!". Tapi, jangan menyalahkan keadaan. Hal-hal seperti ini, gue yakin, ada di sekitar kita. Bahkan ada salah satu temen luar kampus yang gue pikir layak kalau disamakan dengan effort mas Siwon ini. Dia super cantik, super modis, rajin kuliah, kesayangan dosen, lulus dengan predikat cum laude, setia sama kekasih hati yang didapatkan sejak SMA, open minded, nggak pilih-pilih teman, ramah sama siapa pun, rajin sholat, pernah jadi model di billboard dan majalah, aktif berorganisasi, sekarang dapat pekerjaan yang dia impikan. Ketika kalian berpikir bahwa 'dunia tidak adil', secara tidak langsung kalian memiliki pikiran kalau 'Tuhan pilih kasih'. TOBAT LO SEMUA, ALLAH ITU MAHA ADIL!

Sebelum komplain lebih lanjut, wake up! Jangan dipikir dia bisa mendapatkan semua itu tanpa berusaha. Dalam salah satu perjalanan dari Jakarta ke Jogja di kereta api, dia membuka laptop bukan untuk Facebook dan Twitter, tapi mengerjakan skripsi. Dari siang sampai sore, mungkin dia terlihat hang out dan bersenang-senang dengan temannya, namun ketika mereka semua tidur, dia membuka buku untuk mempelajari materi ujian kuliah. Ketika kebanyakan orang malas-malasan bangun siang di akhir pekan, dia menyempatkan diri creambath, spa, dan perawatan tubuh lainnya. Dia juga rajin ikut program salsa yang tentu saja bikin badan bugar. TIDAK ADA SESUATU YANG INSTAN, TEMAN-TEMAN.

Kalau sekali lagi kalian masih komplain betapa hidup sempurnanya hidup dia dan menyesali betapa payahnya hidup kalian, pikir lagi deh: USAHA KALIAN SUDAH SAMPAI MANA NIH?

* Fakta-fakta Choi Siwon tersebut didapatkan dari berbagai macam artikel yang gue baca. Jangan tanya kenapa sampai gue bela-belain baca artikel dia, yang jelas foto-foto si abang itu benar-benar mengalihkan duniaku. Begitu baca artikelnya, langsung duniaku pun hilang. Ini kenapa ya kok gue malah jadi ngegombal? Pokoknya salut lah sama Mas Siwon ini. Gak cuma eyecandy tapi juga bisa jadi panutan. Meski begitu, gue masih paling suka sama Kyuhyun, kok. Dan sepertinya sampai di sini saja nulisnya, karena malah berujung dengan fangirling. xoxo

0 Comments: